Lokasi Ayam Sembilan (Jual berbagai jenis ayam)

Lokasi Ayam Sembilan (Jual berbagai jenis ayam)
Lokasi Ayam Sembilan (Jual berbagai jenis ayam)

Jumat, 03 Juni 2011

Selasa, 31 Mei 2011

Koleksi ayam di @Ayam9

Bibit ayam Bangkok @Ayam9

Ayam Kampung per ekor 40rb-45rb @ayam9

 Bibit ayam pelung @ayam9


Ayam kapas @ayam9

Rabu, 11 Mei 2011

Feo bermain di ayam9


(pict : anak ayam umur 14 hari)

Hi,

Dapat juga update picture terbaru dari ayam9, melihat perkembangan DOC,,,, eehhhh ternyata uda mulai lagi ada yang bertelur.
Waktu libur tidak terasa sebentar lagi tiba.. mau ngopi dan bermain bersama Feo. oh iya siapa tau ada yang pesan ayam.. lumayan di waktu libur bisa ada tamabahan pengahasilan.

(gbr : update kandang umbaran)
 
(gbr : Feo dan Om ...)

Selasa, 10 Mei 2011

Ayam Kedu Hitam ’’Cemani’’ (Stock tidak tersedia)

Menurut versi Balitnak (2004), ada beberapa jenis ayam kedu yang disebut sesuai dengan warnanya bulu dan tubuhnya, yaitu kedu hitam (lebih dari 90,6 persen), ayam kedu putih (3,4 persen) ayam kedu cokelat (0,2 persen), ayam kedu kelabu (0,1 persen) dan ayam kedu lurik (5,7 persen). Adapun menurut masyarakat peternak di Kabupaten Temanggung hanya ada tiga jenis ayam kedu, yakni ayam kedu hitam, kedu putih dan kedu campuran.

Perbedaan antara ayam kedu hitam dengan ayam cemani terletak pada persebaran warnanya. Ayam kedu hitam persebaran warna hanya pada seluruh bulunya saja, sedangkan ayam cemani keseluruh bagian tubuhnya. Jadi ayam cemani merupakan ayam kedu hitam tetapi ayam kedu hitam belum tentu ayam cemani.

Sehubungan dengan banyaknya kesamaan dari ukuran tubuh ayam cemani dengan ayam kedu hitam serta belum adanya informasi khusus mengenai karakteristik kuantitatif ayam cemani, maka sementara ini kita asumsikan bahwa karakter kuantitatif ayam cemani sama seperti karakter kuantitatif ayam kedu hitam.

Menurut Balitnak (2004), ayam jantan dewasa pada waktu berdiri normal mencapai tinggi sekitar 60 cm dengan lingkar dada mencapai 34 cm dan panjang sayap 25 cm. Sementara itu ayam betina dewasa mencapai tinggi 50 cm dengan lingkar dada 27 cm dan panjang sayap 21 cm. Bobot anak ayam umur sehari berkisar antara 28-32 gram/ekor, kemudian bobot ayam betina umur 5 bulan berkisar antara 1200-1300 gram/ekor. Adapun  ayam jantan umur 5 bulan berkisar antara 1400-1500 gram/ekor.

Umur pertama bertelur berkisar antara 4,6-6,5 bulan. Produksi telur pada pemeliharaan diumbar dan semi intensif berkisar 56-77 butir/ekor/tahun, berbeda dari ayam kedu yang dipelihara secara intensif dalam kandang batere dapat mencapai 215 butir/ekor/tahun. Bobot telur ayam berkisar antara 41-49 gram/butir. Konsumsi pakan ayam dewasa per  hari mencapai 93 gram per ekor.

Berdasarkan hasil penelitian Cresswell dan Gunawan (1982), yang membandingkan produksi telur antara ayam kedu dan jenis ayam lokal lain selama 52 minggu menunjukkan bahwa produksi telur ayam kedu hitam ’’cemani’’ lebih tinggi, yakni 58.8 persen; sedangkan jenis kedu putih 54 persen; ayam nunukan 50 persen dan ayam pelung 32 persen.

Ayam cemani dapat dipelihara dalam kandang berlantai kawat, bambu ataupun langsung di atas lantai tanah atau semen yang dialasi sekam atau serbuk gergaji secukupnya.

Ukuran kandang bervariasi disesuaikan dengan besar-kecilnya ayam. Untuk ayam dewasa setiap luasan lantai 1 m2, maksimum dapat diisi oleh 4-6 ekor. Ruangan dalam kandang ayam harus terhindar dari pemanasan matahari langsung dan basah kena air hujan.

Ventilasi dibuat secukupnya di sekitar dinding kandang. Kebersihan kandang harus selalu dipelihara untuk menghindarkan ayam dari penyakit. Larutan desinfektant dapat dipakai untuk menyeprot setiap pojok kandang setelah dibersihkan dari sampah dan debu. Penerangan dapat diberikan secukupnya terutama untuk anak-anak ayam agar memudahkan pengontrolan pada waktu malam hari.

Jenis pakan yang dapat diberikan untuk lebih mudahnya dapat memakai pakan jadi komersial jenis ayam ras tipe petelur mulai dari pakan untuk anak ayam, ayam muda dan ayam dewasa.

Namun untuk menekan harga, pakan dapat dibuat dengan campuran berbagai bahan pakan seperti dedak padi, jagung giling, menir, gabah dan sebagainya, yang disesuaikan dengan ketersediaan bahan dan harga.

Dalam proses mencampur pakan, diperlukan pengetahuan yang cukup mulai dari mengetahui kebutuhan berbagai tingkatan umur ayam, pengetahuan nilai gizi bahan-bahan pakan dan teknik penyusunan pakan untuk mendapatkan pakan yang mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan ayam pada berbagai tingkatan umur tersebut.
Permasalahan Para peternak ayam kedu, umumnya mempunyai kecenderungan mengembangkan jenis ayam kedu yang berbulu hitam ’’cemani’’ karena secara ekonomi memang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi ditinjau dari banyaknya permintaan pasar.

Namun akibat dari banyaknya permintaan akan ayam cemani ini baik berupa DOC, ayam muda, maupun dewasa menjadikan stock ayam cemani ini semakin hari semakin habis dan berdampak pada ayam kedu secara keseluruhan yang juga semakin berkurang. Terlebih lagi ketika itu belum diimbangi dengan adanya upaya pelestarian plasma nutfah ayam kedu secara umum dan kontinyu untuk mempertahankan ketersediaan bibit.
Upaya Pelestarian Upaya pelestarian ayam kedu secara umum yang mempunyai kekerabatan genetika sangat dekat dengan ayam cemani, sementara ini dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Ternak Unggas di Maron, Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. UPT ini berada di bawah pengelolaan Dinas Peternakan Propinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Laboratorium Ilmu Pemuliaan dan Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Undip.

Di samping itu juga dengan melibatkan kelompok peternak ayam Kedu yang ada di Kabupaten Temanggung yang mempunyai koleksi ayam kedu dan cemani.

Sebagai bagian dari masyarakat Jawa Tengah khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, kita berharap agar upaya-upaya yang akan atau telah dilakukan selama ini dalam rangka menyelamatkan keberadaan ayam kedu termasuk ayam cemani dan jenis ayam-ayam lokal lainnya di Indonesia terus diupayakan secara kontinyu dengan melibatkan berbagai pihak terkait dan tentunya juga masyarakat sebagai peternak agar upaya pelestarian plasma nutfah ini da pat tercapai. (35)

Senin, 09 Mei 2011

Mengenal lebih dekat mengenai ayam kampung

Ayam kampong
(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
                                              (Gbr Ayam Sumatra)


Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing .
Istilah "Ayam kampung" semula adalah kebalikan dari istilah "ayam ras", dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampun. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari "ayam bukan ras") bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekedar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri. Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.
Sejarah Perkembangan

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak jaman Kerajaan Kutai. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya. Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat. Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air. Sampai sekarang sistem upeti dalam arti perpindahan barang (ayam kampung) dari desa ke kota masih tetap ada. Bedanya, saat ini perpindahan tersebut lebih bersifat bisnis..!
Varietas

Ayam kampung mempunyai banyak varietas dan spesies, beberapa di antaranya yang penting yaitu :.
1. Ayam Kedu
Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah). Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut .
a. Ayam Kedu Hitam
Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam . Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan . Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg . Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam [6].
b. Ayam Kedu Cemani
Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam [6]. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg [6].
c. Ayam Kedu Putih
Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan [6]. Jenggernya tegak berbentuk wilah [6]. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg [6]. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg [6].
d. Ayam Kedu Merah
Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih [6]. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg [6].
2. Ayam Nunukan
Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang dipulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina [6]. Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna [6]. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan [6].
Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas [6]. Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 Kg – 4,2 Kg, sedangkan yang betina 1,6 Kg – 1,9 Kg [6].
3. Ayam Pelung
Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat)[6]. Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol [6]. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal [6]. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah [6]. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik [6]. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg [6].
 4. Ayam Sumatra
Ayam Sumatra
Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatra Barat [6]. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar [6]. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam [6]. Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah [6]. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang [6]. Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg [6].
5. Ayam Belenggek
Ayam belenggek berasal dari Sumatra Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok [6]. Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya [6].
6. Ayam Gaok
Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep [6]. Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat)[6]. Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 - 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah [6]. Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah [6]. Kakinya berwarna kuning [6]. Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam [6].

Sebagai sumber pangan
Ayam kampung disukai orang karena dagingnya yang kenyal dan "berisi", tidak lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras [7] Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan)[7]. Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan dibandingkan daging ayam broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi [8] . Bagian Daging dada ayam ini termasuk makanan utama atlet binaraga [8] . Dagingnya mengandung 19 jenis protein dan asam amino yang tinggi [8]. Kadar lemaknya juga relatif lebih rendah bila dibandingkan daging pada bagian pahanya [8] Ayam kampung dipelihara oleh masyarakat terutama sebagai sumber protein hewani baik berupa telur maupun daging, di samping kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman maupun pakan ikan.[7] Sebagai sumber protein hewani telur dan daging mengadung asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat[9]. Oleh karena itu, agar ayam kampung dapat berproduksi dengan baik salah satunya harus diberikan pakan yang cukup. [10] Ayam kampung memerlukan komposisi nutrisi yang tepat, termasuk jika menginginkan ayam kampung yang memiliki tingkat produksi telur yang tinggi[1] Berat telur ayam kampung berkisar antara 26,27-55,4 gr dengan rataan 45,46. [11]

Pemeliharaan

Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. [12]. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Diliarkan

Cara pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, cara ini disebut sebagai cara tradisional. yaitu dilepas bebas berkeliaran di kebun-kebun sekitar rumah [3].

Keunggulan

Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi dan menghemat biaya makanan [3] Umumnya ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya.[3] Selebihnya ayam dianggap dapat mencari makan sendiri disekitar rumah [3].

Kelemahan

Kelemahannya di antaranya yaitu ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi [3]. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas.[3]. Kendali akan keberadaan ayam kurang, sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi.[3]. Cara pemeliharan ini kurang produktif [12].

Dikandangkan

Ayam yang dipelihara dengan cara dikandangkan.
Semula hewan yang kini dipelihara hidup bebas di alam, di hutan, di pegunungan dan lautan lepas.[13] Jumlah hewan-hewan ini beraneka ragam, dan sifat-sifat kehidupannya pun bermacam-macam [13]. Jumlah yang banyak dan beragam itu tidak seimbang dengan jumlah manusia yang masih sedikit dan hidup di gua-gua terpencil untuk melindungi diri dari serangan binatang buas [13]. Kebutuhan untuk hidup mendorong manusia memanfaatkan tanaman dan binatang yang dapat ditangkap atau dibunuhnya [13]. Dari kegiatan itulah manusia mengalami proses belajar untuk mengenal hewan yang enak dimakan dan mudah ditangkap atau dibunuh [13]. Perbendaharaan manusia akan hewan konsumsi mulai bertambah [13]. Di antara hewan yang digemari, adalah hewan-hewan kecil yang mudah ditangkap atau dibunuh [13]. Proses terus berkembang dan kegemaran akan hewan-hewan konsumsi mulai meningkat pada usaha untuk dengan mudah memperoleh tanpa harus mencari-cari di hutan. Inilah penyebab timbulnya keinginan untuk memelihara hewan dengan cara dikandangkan [13]. Cara pemeliharan ini kurang produktif [12].
Kandang adalah tempat tinggal hewan yang dipelihara, salah satunya ayam, tempat berlindung dari terik matahari dan hujan, tempat mendapat pakan dan minum, mendapat jaminan kesehatan dan aman dari gangguan hewan pemangsa lainnya serta orang-orang jahat [12]. Oleh karena itu kandang sangat berperan penting dalam pemeliharaan ayam kampung [12].

Keunggulan

Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya, dapat mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur diambil dan dikumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas [3]. Anak ayam tidak harus mengikuti induknya [3]. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai [3].

Kelemahan

Apabila kondisi kandang tidak diperhatikan dan tidak sesuai syarat, maka kondisi hewan peliharaan jstru akan memburuk, hal ini disebabkan kondisi yang telah membuat hewan ternak memiliki ketergantungan terhadap pemeliharanya, sehingga memerlukan perhatian yang lebih dibandingkan dengan cara diliarkan [12]. Oleh karena itu kondisi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam cara pemeliharaan ini, misalnya pada saat pembuatan kandang harus diperhatikan beberapa faktor, di antaranya yaitu masalah biologis ayam yang akan menempatinya, teknik pembuatan kandang yang berhubungan langsung dengan masalah bentuk dan kualitas bahan, serta masalah iklim, suhu, pergerakan angin dan pengaturan udara yang berhubungan langsung dengan temperatur dan kelembaban kandang serta ventilasi udara
Kebiasaan atau sifat ayam kampung yang merugikan

Beberapa kebiasaan atau sifat yang kampung yang meugikan, di antaranya yaitu :[12].
1. Kanibalisme
Kanibalisme pada ayam kampung adalah mematuk bahkan memakan kawan sendiri [12].Kanibalisme pada ayam kampung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ayam kekurangan zat makanan, misalnya protein, mineral dan air minum; jumlah ayam dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam saling berebut tempat yang paling menyenangkan; udara dalam kandang terlalu panas, karena sistem ventilasi kandang kurang baik; ayam kekurangan grit [12].
2. Memakan telur
Peristiwa ayam memakan telur (egg eating) sering dijumpai pada pemeliharaan ayam sistem kandang litter. Untuk menghindari ayam memakan telurnya sendiri, zat-zat mineral (NaCl dan Ca)dan air minum yang dibutuhkan ayam harus dipenuhi [12].
3. Rontok Bulu
Rontok bulu merupakan peristiwa alami yang wajar bagi ayam. Tetapi bila hal ini terjadi terlalu cepat, jelas akan merugikan peternak ayam

Ayam Goreng Tulang Lunak (Ayam kampung)

Bahan – bahan :
1 ekor ayam kampung, belah dua dan lenarkan
1 bgks ragi instan
1 btg sereh, memarkan
daun salam, lengkuas
400 ml santan dari 1/2 bh kelapa
Bumbu yang dihaluskan :
6 siung bawang merah, 3 siung bawang putih,
1 sdt ketumbar & 3 btr kemiri (semua disangrai)
1 ruas kunyit dibakar, 1 cm jahe, garam secukupnya.
Cara Membuat :
Tusuk-tusuk ayam dengan garpu, lalu taburi dengan ragi instan dan bumbu halus.
lalu diamkan beberapa saat (-/+ 2 jam)
Masukkan ayam ke dalam panci presto, tambahkan santan, sereh, lengkuas dan daun salam.
masak -/+ 1,5 jam dengan api kecil.
Angkat dan dinginkan ayam lalu goreng dengan minyak panas sampai kecoklatan.
Sajikan dengan nasi hangat dengan pelengkap  sambal bajak dan lalapan

Ciri ciri ayam Bangkok yang baik

Berbagi ciri-ciri Ayam Bangkok berkualitas
  1. Kepala model buah pinang
  2. Patuk / Paruh Panjang dan tebal
  3. Leher lurus dan tebal
  4. Dada bidang
  5. Bahu kuncup
  6. Paha bulat dan pipih
  7. Jari panjang dan halus
  8. Badan panjang
  9. Pangkal ekor besar / tebal dan kaku
  10. ekor lebat dan meyentuh tanah